Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi

   Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi
     

Pertemuan ke-7  Kompetensi Dasar: 3.4



Halo Hai anak-anak.......
Pada pertemuan hari ini kita semua akan melanjutkan materi pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu tentang materi cerita fantasi. Untuk kali ini kita akan membahas bagaimana menelaah struktur teks fantasi.

             Memahami teks cerita fantasi diperlukan kegiatan menelaah struktur dan kaidah bahasanya. Struktrur merupakan bagian-bagian yang menjadi ciri khas suatu teks, sedangkan kaidah bahasa berkaitan dnegan penggunaan tata bahasa dalam teks.

1. Menelaah Struktur Cerita Fantasi
    Struktur teks merupakan bagian-bagian pembangun teks secara keseluruhan. Struktur teks cerita fantasi terdiri atas orientasi, komplikasi, resolusi, dan ending. 
     
    a. Orientasi 
Orientasi adalah awal dari sebuh cerita yang biasanya berisi pengenalan latar dan tokoh. Pada bagian ini, pembaca dapat menemukan orang yang menjadi tokoh dalam teks, serta waktu terjadinya suatu cerita dalam teks tersebut. 
   
    b.Komplikasi 
Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh tokoh utama dalam cerita hingga masalah memuncak. Dalam tahap komplikasi terjadi hubungan sebab akibat yang dapat menimbulkan konflik. 
    
 c. Resolusi 
Resolusi berisi penyelesaian masalah yang dihadapi tokoh. Resolusi merupakan bagian penentu yang mengarah pada ending. 

d. Ending 
Pada teks cerita fantasi terdapat dua ending, yaitu happy ending atau akhir yang bahagia dan sad ending, akhir yang menyedihkan dan mengharukan. 


Contoh :







2. Menelaah Penggunaan Bahasa pada Cerita Fantasi

         Bahasa yang digunakan dalam teks tentu berbeda-beda. Bahasa yang digunakan pada teks cerita fantasi terdiri atas beberapa bagian. Berikut merupakan penggunaan bahasa cerita fantasi.  

  • Menggunakan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan. Misalnya, aku, dia, mereka, dan sebagainya.
  •  Menggunakan kata yang berkaitan erat dengan pancaindra untuk mendeskripsikan latar, latar     tempat, waktu, dan suasana.
  •  Penggunaan pilihan kata yang berkaitan dengan makna kias dan makna khusus.
  •  Menggunakan kata sambung urutan waktu, seperti ketika, kemudian, setelah itu, sementara     itu, sebelum, dan sebagainya. Menggunakan kata sambung urutan waktu sebagai penanda   datangnya tokoh lain, atau perubahan latar (latar tempat, waktu, atau suasana). 
  •  Menggunakan kata/ungkapan keterkejutan bertujuan untuk memulai masalah(menggerakan   cerita).
  •  Menggunakan dialog/kalimat langsung dalam cerita.



Posting Komentar untuk " Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi "