Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk Interaksi Sosial Assosiatif dan Disosiatif

Interaksi sosial merupakan kegiatan yang dilakukan manusia kapan pun, dimana pun dan dengan siapa pun. Dalam berinteraksi sosial, terdapat akibat yang dapat timbul sebagai dampak dari proses kegiatan tersebut, yakni proses interaksi sosial yang negatif (mengarah ke perpecahan di suatu kelompok/masyarakat) atau positif (mengarah ke persatuan di suatu kelompok/masyarakat).

Proses interaksi sosial yang mengarah kepada kesatuan pan­dangan sehingga melahirkan rasa positif untuk mencapai tujuan bersama, disebut dengan asosiatif. Bentuk interaksi asosiatif antara  lain:

1.  Kerja sama

Kerja sama ialah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama timbul apabila orang menyadari memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, serta menyadari bahwa hal tersebut bermanfaat bagi dirinya atau orang lain. Contohnya kerja sama membersihkan kelas saat piket harian, kerja sama membersihkan rumah bersama anggota keluarga.

2.  Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu proses yang mengacu pada usaha manusia dalam meredakan konflik tanpa menghancurkan lawan sehingga tercipta suatu keseim bangan.Con­tohnya saat terdapat perkelahian antar pemuda di desa, yang kemudian dipisahkan dan didamaikan oleh pemuka desa.

3.  Asimilasi

Asimilasi merupakan usaha­-usaha untuk mengurangi per­bedaan antarindividu atau antarkelompok untuk mencapai kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama. 

Apabila dua orang atau dua kelompok melakukan asimilasi, batas-­batas antar keduanya akan hilang dan melebur menjadi kelompok baru. Contohnya masjid tempat ibadah umat Islam yang menggunakan corak Tionghoa khas agama Buddha sehingga menghasilkan karya asimilasi yang unik. Orang Eropa yang fasih berbahasa Inggris, saat belajar bahasa Indonesia tetap berlogat daerahnya. 


Disosiatif adalah suatu proses interaksi sosial yang mengarah pada konflik, sehingga dapat memungkinkan terjadinya perpecahan karena renggangnya solidaritas di suatu kelompok. 

Bentuk interaksi sosial disosiatif antara lain:

1.  Kompetisi (persaingan)

Kompetisi adalah suatu proses individu atau kelompok untuk mencari keuntungan melalui bidang­-bidang kehidupan. Proses kompetisi individu melibatkan satu individu dengan individu lain untuk bersaing, sementara kompetisi kelompok melibatkan berbagai pihak secara berkelompok. Contohnya persaingan antar siswa untuk mendapatkan nilai tertinggi, persaingan antar tim sepak bola yang bertanding di kampung.

2.  Kontravensi

Kontravensi adalah sikap mental buruk yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-­unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Contohnya seorang politikus tam­pak akrab namun pada kenyataannya diantara mereka ter­sembunyi rasa ketidaksukaan satu sama lain.

3.  Pertentangan (konflik)

Pertentangan (konflik) adalah suatu proses dimana indivi­du atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. Contohnya antara lain konflik kaum buruh dengan pengusaha berupa demo menuntut kenaikan upah, akibat dari konflik membuat harta benda hancur, kebahagiaan hilang, luka fisik bahkan korban nyawa. 


1 komentar untuk "Bentuk Interaksi Sosial Assosiatif dan Disosiatif"